Namun, dalam dunia medis, Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah kondisi psikologis serius yang berbeda dari sekadar sifat narsis biasa.
Menurut pakar psikologi klinis UMS, Fiska Puspa Arinda, M.Psi., Psikolog, penderita NPD memiliki perasaan superioritas yang tak realistis dan kebutuhan ekstrem untuk dikagumi, dibarengi dengan kurangnya empati terhadap orang lain.
Diagnosis NPD didasarkan pada manual DSM-5, di mana setidaknya lima kriteria harus terpenuhi, seperti perilaku arogan, obsesi pada fantasi kesuksesan, hingga kecenderungan manipulatif demi tujuan pribadi.
Menariknya, penderita sering kali tidak sadar bahwa perilaku mereka merugikan orang lain; mereka justru cenderung menyalahkan orang sekitar atas masalah yang mereka hadapi.
Penyebab NPD sangat kompleks, mulai dari faktor genetik, pola asuh helicopter parenting, hingga pengalaman masa kecil yang negatif.
Meski gangguan ini bersifat menetap, metode terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau Dialectical Behavioral Therapy (DBT) dapat membantu penderita mengelola pola pikir negatif mereka.
Bagi Anda yang berinteraksi dengan penderita NPD, kuncinya adalah menjaga kesehatan mental diri sendiri.
Anda perlu menetapkan batasan yang sehat, tetap tenang, dan waspada terhadap taktik manipulasi halus seperti gaslighting—upaya untuk membuat Anda meragukan keyakinan sendiri.
Ingatlah untuk tidak mengambil perilaku mereka secara personal (don’t take it personally) dan carilah dukungan dari orang-orang terpercaya untuk menjaga keseimbangan emosional.
Berurusan dengan NPD memang menantang, namun melindungi kesehatan mental Anda sendiri adalah prioritas utama.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: