Terkait dengan KLB demam berdarah, DPR berharap agar pemerintah mengambil langkah cepat dan serius dalam menangani masalah tersebut dengan memprioritaskan penanganan medis ketimbang administrasi.
Demikian disampaikan Ketua DPR Ade Komarudin ketika menyampaikan pidato pada Ssidang Paripurna Penutupan Masa Persidangan II tahun 2015-2016 di gedung DPR, Kamis (17/3).
‎Selain itu berkaitan peran diplomasi parlemen, ‎DPR, katanya, terus menata berbagai kunjungan kerja delegasi DPR ke luar negeri. Hal tersebut dilakukan agar kunjungan dilaksanakan dapat memperkuat posisi Indonesia di forum internasional.
Berkaitan dengan hal itu, menurut dia, DPR telah mengirim delegasi ke sidang tahunan ke-24 Asia Pasific Parliementary Forum (APPF) pada 16-21 Januari di Vancouver, Kanada. Dalam sidang ini, kata dia lagi. DPR berperan aktif menyusun resolusi.
"Dari 27 resolusi yang dihasilkan, delapan diantaranya merupakan usulan dari Indonesia," ucap politikus Golkar yang akrab disapa Akom ini.
Selain itu, Akom menambahkan, DPR juga mengirim delegasi ‎ke Konferensi ke-11 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) pada tanggal 21-27 Januari 2016 di Baghdad, Irak.
Dalam konferensi tersebut, delegasi DPR menegaskan bahwa teroris merupakan masalah nyata yang sedang dihadapi masyarakat global. Terorisme sesungguhnya tidak dapat dilekatkan pada suku, agama, ras, dan golongan tertentu, yang mengakibatkan ketidakadilan global.
"Untuk itu, Indonesia terus mendukung PUIC agar secara konsisten menyuarakan dan memperjuangkan keadilan ditataran global," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: