Misalnya, satu, kalau putusan sela saja menang, apalagi putusan pokok perkara? Membuat dakwaan saja kacau-balau, apalagi pokok perkara?
Dua, ingat! Kasus ini diperbincangkan hampir dua tahun terakhir dan kasus ini bukanlah kasus yang rumit.
Berarti, jangankan masyarakat, Majelis Hakim pun bingung dengan dakwaan dalam kasus ini. Kebanyakan cabang, pokoknya hilang.
Tiga, objeknya kan ijazah, kenapa tak ijazahnya itu saja yang dibuktikan keasliannya? Sudah terbukti, konferensi pers Bareskrim dulu, tidak cukup.
Dan pernyataan Rektor UGM, yang tak disertai bukti, juga tak cukup. Uji saja ijazahnya, masalah selesai.
Empat, tak perlu kawan-kawan kuliah dimobilisasi, ratusan dokumen, dan puluhan saksi ahli. Cukup buktikan ijazahnya. Terbaru, Dokter Tifa secara terbuka mengatakan soal meterai Rp500 dan Rp100, yang digunakan berbeda. Logika awam ini saja tak terjawab.
Lima, ijazah itu kebanggaan, bukan aib. Kalau ada orang lain menuduhnya di kemudian hari palsu, orang itu mestinya tertantang membuktikannya secara sukarela, bukan justru memenjarakan orang. Apalagi ijazah itu sudah pernah memenjarakan orang tanpa dibuktikan.
Enam, kalau jujur, jalannya pasti lurus. Tapi kalau bohong, jalannya pasti berbelok-belok. Logika awam ini berlaku secara universal.
Apalagi setelah begitu lama, ternyata malah eksepsi terdakwa dikabulkan dengan alasan, dakwaan jaksa kabur. Kok bisa?
Tujuh, kini pihak kuasa hukum Joko Widodo alias Jokowi pula merasa capek dengan kasus ini, karena sudah terlalu lama. Aneh?
Yang capek itu publik, bukan pihak Jokowi. Putusan sela cenderung diremehkan, padahal ini cukup fatal. Jaksa belum tahu, apakah akan memperbaiki, banding, atau tak melanjutkannya?
Logika-logika awan publik ini, kalau diabaikan, jangan berharap akan bisa berefek electoral terhadap Jokowi dan semua yang menumpang kepadanya. Logika-logika awam publik tak sama dengan logika-logika elit yang berbelit.
Kalau logika-logika awam saja tak bisa dijelaskan secara sederhana, bagaimana pula menjelaskan hal yang rumit secara sederhana dan masuk akal?
ErizalDirektur ABC Riset & Consulting
BERITA TERKAIT: