Pimpinan KPK: Uang Suap Meikarta Tak Mungkin Dari Kantong Pribadi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 01 November 2018, 14:08 WIB
Pimpinan KPK: Uang Suap Meikarta Tak Mungkin Dari Kantong Pribadi
KPK/Net
rmol news logo . Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tengah melakukan pendalaman terhadap asal-usul uang dugaan suap perizinan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bahkan Pimpinan KPK menyebut kecil kemungkinan uang suap tersebut keluar dari kantong pribadi karyawan Lippo, yaitu Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro.

"Rasa-rasanya kalau untuk perusahaan enggak mungkin kan keluar dari kantong pribadi," ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/11).

Diketahui, KPK telah melakukan pendalaman asal-usul uang suap tersebut, dengan menggali keterangan dari CEO Lippo Group, James Riady.

Alexander menegaskan, dalam kasus Meikarta suap kepada birokrasi tentu bertujuan mencari keuntungan untuk perusahaan. Sehingga, perlu didalami apakah dana itu dari Lippo Group sebagai induk pelaksana proyek atau dari mana.

"Ketika pengurus menyuap, izin kan keluar. Izinnya kan bukan buat orang itu, untuk korporasi dong," tukasnya. [jto]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA