Efek Penangkapan 1,6 Ton Pasokan Sabu Di Jakarta Menipis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Rabu, 04 April 2018, 00:43 WIB
rmol news logo Kepolisian memprediksi perdaran narkoba jenis sabu di Jakarta berkurang.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto menjelaskan berkurangnya peredaran sabu efek dari pengungkapan 1,6 ton sabu di Perairan Anambas, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

"Kami sudah maping semua, artinya stok sabu yang di Jakarta menipis kerena ada yang ketangkap 1,6 ton," kata Eko di Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (3/4).

Efek lain dari berkurangnya pasokan membuat harga sabu dipasaran menjadi naik, khususnya yang beredar di pulau Jawa terutama Jakarta.

Namun untuk daerah lain pasokan sabu diprediksi masih tinggi, sebab jalur masuk yang berbeda. Ada yang melalui Penang Malaysia menuju Aceh dan Bengkalis.

"Sekarang dari pantai Aceh hingga Batam dipatroli skala besar sehingga merka tak berani masuk. Ini bagus sekali kalau, kami terus lakukan operasi intergrasi dengan pihak terkait," beber Eko. [nes]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA