Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum dan seluruh jajaran Polri atas kepergian anggota muda tersebut.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas," ujar Brigjen Eko.
Saat ini, tim gabungan masih bekerja keras untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut.
"Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," jelas Brigjen Eko.
Menurutnya, Bareskrim Polri sudah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku.
Untuk itu, Eko meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," kata Eko.
Sebelumnya, Aipda Yudhie juga gugur saat penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, pada Rabu dini hari, 1 Juli 2026.
Kini, petugas gabungan juga sedang berusaha mencari Aiptu Sumaryanto yang dinyatakan hilang pasca operasi.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: