"Pada Senin (6/11) ini, langsung dilakukan pengecekan ke SMPN 10 Pangkalpinang. Memang ada peristiwa pemukulan oleh guru kepada murid kelas 8A," kata Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Rikwanto, kemarin.
Namun dari hasil penyelidikan, video yang viral dengan keteranÂgan yang berhasil dihimpun berÂbeda. Kata Rikwanto, peristiwa di Pangkalpinang terjadi di luar kelas. Dari video yang viral, kata dia, aksi kekerasan dilakukan di ruang kelas.
"Beda dengan TKP (tempat kejaÂdian perkara) dan tidak sesuai. TKP pemukulan di video berada di kelas, untuk kasus di SMPN 10 peristiwa kekerasan di luar kelas," tandas Rikwanto.
Beredarnya video tersebut memÂbuat geram masyarakat di jagat maya. Warganet mengecam tindakan yang diyakini oknum guru. Warganet sepakat tindakan pemukulan kepada siswa tidak pantas, sekalipun seÂorang siswa bersalah.
"Ini guru dimana? Ini bukan guru, tapi petinju kalap. Tolong Mendikbud buat perhatiannya," cuit akun @imanbr.
"Apapun itu alasannya kekerasan tidak bisa dibiarkan terjadi apalagi dilingkungan pendidikan, cc @ DivHumasPolri @CCICPolri @ PolriMultimedia," sambung akun @RetmonDuliArfa.
"Apapun alasannya seorang guru tak pantas bertindak demikian! Keadilan harus ditegakkan," tegas akun @benpangkw.
Akun lain meminta aparat segera menangkap pelaku yang melakukan kekerasan tersebut. Dunia penÂdidikan tercoreng akibat tindakan kekerasan yang merusah mental para pelajar.
"Jangan ada pembiaran sepÂerti ini dan harus di tindak tegas karna mereka itu adalah genÂerasi bangsa kita," tutur akun @ agan_ajun.
"Teerkutuknya guru yang mengaÂniaya murid . Dikutuk aja rasanya masih kurang tuh , harus dibawa ke ranah pidana pengadilan tuh guru yang menganiaya murid biar kapok," kutuk akun @steve1234.
"Gw udah liat videonya ..brutal banget..kalo di terusin anak murid nya bisa tewas," iba akun @iwanÂpales.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk aksi kekerasan terhadap pelajar yang terekam tersebut. Dari hasil perÂtemuan dengan pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dugaan penganiÂyaan bukan dilakukan guru, meÂlainkan orangtua murid.
"Dugaan sementara lokasinya adalah sebuah SMA atau SMK swasta, dan peristiwanya diduga diÂlakukan bukan oleh guru tapi orang tua murid," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti di kantor Kemendikbud, Jakarta Pusat, kemarin.
Kata Retno, keberadaan orang tua murid di kelas karena anaknya dilecehkan oleh siswa yang dipuÂkul secara brutal. Tapi Retno juga mempertanyakan alasan orangÂtua dalam melakukan kekerasan tersebut.
"Katanya karena anaknya mendaÂpatkan pelecehan seksual lalu ngamuk. Kok bisa orang tua bisa masuk ke dalam kelas, kemudian menghajar anak itu? bagaimana keamanan sekolah? Kami pertanÂyakan pada pihak Kemendikbud," tutur Retno.
Ada juga yang menanggapi pernyataan KPAI mengenai duÂgaan bukan guru melainkan orang tua murid yang marah. "KPAI kok bs beragumen spt itu..?? TKP nya aja blm tau,pelaku &korban aja blm ada yg lapor/ketangkap. kok bs beragumen yg memukuli orang tua siswa krn anak nya dlecehkan,aneh bgt klo mengeÂluarkan pdapat," ujar akun @ rusliafandi.
Akun lain juga meminta KPAI bergerak cepat dalam menangÂkap pelaku kekerasan tersebut. Menurut akun @williamtanu01, "Kpai jgn cuma bicara saja,tp lapor kepolisi dong ini sangat biadad dan bisa bikin orang meninggal atau cacat."
"Betul anak sekarang banyak yg kurang santun. Tp bkn berarti si anak hrs dianiyaya kan? Apa lg di dlm kelas. Itu guru atau preman?!!" ujar @iyes_socute
Warganet yang melihat kejaÂdian tersebut was-was terhadap kekerasan yang ditemukan dalam dunia pendidikan. Salah satu akun berharap kejadian itu tidak terjadi dalam lingkungannya.
"Duh... viral video guru mukul muridnya Ya Allah geram bgt sumpah bayangin kalo sampe naudzubilÂlah adekku digituin..." kata akun @ erlynyuniashri.
Aparat dan institusi terkait harus jelas dalam mengusut pelaku kekÂerasan tersebut. Jika memang benar terjadinya pelecehan seksual seharÂusnya diselesaikan dengan aturan hukum yang berlaku.
Jika memang benar adanya kekÂerasan oknum guru terhadap pelajar. Pemerintah harus segera melakukan pembenahan dalam mencari tenaga pendidik untuk kemajuan anak bangsa. ***
BERITA TERKAIT: