Penjahat Narkoba Dicap Bukan Manusia

Kamis, 02 Februari 2017, 09:51 WIB
Penjahat Narkoba Dicap Bukan Manusia
Foto/Net
rmol news logo Amnesty International mengatakan petugas pelaksa­na perang melawan narkotika di Filipina bertindak layaknya penjahat, yang seharusnya mereka tahan, mendapatkan upah atas pembunuhan dan mengantarkan jenazah ke rumah duka.

Merespons Amnesty, Menteri Kehakiman Filipina Vitaliano Aguirre mengatakan, para pen­jahat bukanlah manusia.

"Para penjahat, gembong narkoba, penjual narkoba, mer­eka bukan manusia. Mereka bu­kan manusia," cetus Aguirre.

Sebelumnya Duterte juga berulang kali melontarkan ko­mentar senada dengan Aquirre.

"Kejahatan terhadap kema­nusiaan? Pertama-tama, saya ingin blak-blakkan pada Anda: apakah mereka manusia? Apa definisi Anda mengenai manu­sia," kata Duterte mengenai para tersangka narkoba.

"Hak asasi manusia? Guna­kan secara benar dalam konteks yang tepat jika Anda punya otak," ujar Duterte saat itu.

Kepolisian Filipina telah me­laporkan 2.555 orang tewas sejak Duterte menjabat tujuh bu­lan lalu dan langsung melancar­kan perang melawan kejahatan. Sedangkan hampir 4 ribu orang lainnya tewas karena sebab-sebab yang tidak diketahui.

Laporan Amnesty, yang didasarkan pada 59 pem­bunuhan di 20 kota, keluar di tengah ketidakpastian atas tindakan keras itu setelah pemerintah menghentikan seluruh operasi anti-narkoba bagi para aparat polisi pada Senin dikarenakan dugaan korupsi. Lembaga Penegakan Narkoba Filipina (PDEA) saat ini menjadi pemimpin dalam usaha itu.  ***

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA