Merespons Amnesty, Menteri Kehakiman Filipina Vitaliano Aguirre mengatakan, para penÂjahat bukanlah manusia.
"Para penjahat, gembong narkoba, penjual narkoba, merÂeka bukan manusia. Mereka buÂkan manusia," cetus Aguirre.
Sebelumnya Duterte juga berulang kali melontarkan koÂmentar senada dengan Aquirre.
"Kejahatan terhadap kemaÂnusiaan? Pertama-tama, saya ingin blak-blakkan pada Anda: apakah mereka manusia? Apa definisi Anda mengenai manuÂsia," kata Duterte mengenai para tersangka narkoba.
"Hak asasi manusia? GunaÂkan secara benar dalam konteks yang tepat jika Anda punya otak," ujar Duterte saat itu.
Kepolisian Filipina telah meÂlaporkan 2.555 orang tewas sejak Duterte menjabat tujuh buÂlan lalu dan langsung melancarÂkan perang melawan kejahatan. Sedangkan hampir 4 ribu orang lainnya tewas karena sebab-sebab yang tidak diketahui.
Laporan Amnesty, yang didasarkan pada 59 pemÂbunuhan di 20 kota, keluar di tengah ketidakpastian atas tindakan keras itu setelah pemerintah menghentikan seluruh operasi anti-narkoba bagi para aparat polisi pada Senin dikarenakan dugaan korupsi. Lembaga Penegakan Narkoba Filipina (PDEA) saat ini menjadi pemimpin dalam usaha itu. ***
BERITA TERKAIT: