Lantas siapa sebenarnya Evy Susanti?
Perempuan yang ikut menjadi tersangka kasus suap Hakim PTUN Medan itu nyaris tak dikenal. Padahal sebelumnya, KPK mengungkap latar belakang perempuan-perempuan yang menjadi saksi seputar kasus suap kuota impor sapi dengan terdakwa Ahmad Fatanah maupun Luthfi Hasan Ishaq.
Namun sekarang, KPK seakan menutup rapat latar belakang Evy. Perempuan tersebut kini dikenal sebagai istri muda Gubernur Sumatra Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho.
Belakangan, Evy diketahui hanya sebagai pengusaha kecantikan. Itu pun diketahui dari pernyataan mantan kuasa hukum Evy, Razman Arif Nasution, namun sejauh ini tidak ada perkembangan selanjutnya mengenai latar belakang Evy.
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Rahmat Bagja
menilai janggal terhadap kinerja KPK saat ini. Jika dibandingkan kinerja KPK sebelumnya. Menurutnya, sedikit aneh jika KPK tidak membungkar latar belakang Evy.
"Siapa dia (Evy), katanya pengusaha, kapan usahanya, apa usahanya, hubungannya apa dengan pemerintah? (KPK) sudah tidak berimbang, karena Evy-nya tidak dilacak KPK. Evy tidak dibongkar pribadinya, atau memang setelah ada Plt ada kebijakan baru," ungkap Rahmat di Jakarta, Senin (2/11).
Rahmat menilai sosok Evy menjadi penting untuk diungkap, dia menduga ada sosok lain yang mendorong Evy untuk menjadi istri kedua Gatot. Pasalnya dari perempuan tersebut merupakan sosok kunci terungkapnya kasus korupsi yang dilakukan suaminya yang berujung menyeret pihak lain, khususnya para politikus Partai Nasdem
"Evy kuncinya. Pemberian uang dan kunci kautkan OCK dan Patrice yang sekarang coba dituduhkan ke Surya Paloh," ujar Rahmat
"Evy ini orangnya siapa. Ketemu Gatot setelah dia jadi gubernur. Sebelumnya sudah dekat dengan OC Kaligis. Siapa Evy?" sambungnya
Selain itu, Rahmat mencatat Evy dan Gatot kerap memberikan pernyataan yang tidak selaras. Namun dari pernyataan Evy kemudian menjadi pegangan KPK untuk menjerat para pihak yang disebutkan. Untuk itu, Rahmat meminta agar KPK tidak terjebak dengan pernyataan Evy
"Nggak singkron omongan Gatot dan Evy, yang paling berperan Evy. KPK jangan terjebak seperti kasus Budi Gunawan. Nggak ada alat bukti, jangan sampai blunder," tutup Rahmat.
[rus]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: