Meski 5 Peserta Meninggal, Program Latsarmil KDKMP Tetap Lanjut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Sabtu, 27 Juni 2026, 12:34 WIB
Meski 5 Peserta Meninggal, Program Latsarmil KDKMP Tetap Lanjut
Konferensi pers Kementerian Pertahanan di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan program latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih terus berjalan.

Sebagai bahan evaluasi pasca gugurnya lima peserta, seluruh peserta juga akan menjalani tes kesehatan ulang dan klasifikasi kondisi fisik.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menegaskan, insiden tersebut tidak menghentikan pelaksanaan program. Menurutnya, evaluasi dilakukan agar tujuan program tetap tercapai tanpa mengabaikan aspek keselamatan peserta.

"Program ini terus berlanjut. Ada bagian dari proses yang harus dievaluasi agar tujuan mendidik manajer yang profesional tetap tercapai," kata Ketut dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026. 

Ketut mengakui masih ada peserta yang memiliki riwayat penyakit yang tidak terdeteksi saat proses seleksi awal. Karena itu, Kemhan akan melakukan pemeriksaan kesehatan ulang sekaligus mengelompokkan peserta berdasarkan kondisi fisiknya.

"Yang tidak terdeteksi kita laksanakan tes ulang dan klasifikasi sesuai dengan tingkatan kondisi masing-masing, sehingga tujuan kita tetap tercapai dalam keadaan aman," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan memastikan porsi latihan fisik dalam program SPPI tidak seberat pelatihan militer. Menurutnya, peserta dipersiapkan untuk memiliki disiplin, integritas, dan etos kerja, bukan menjadi prajurit.

"Ini bukan untuk menjadi militer. Sejak awal porsinya tidak berat," kata Hengki.

Ia menambahkan, Kemhan juga menggandeng Kementerian Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap seluruh peserta guna mencegah kejadian serupa.

Sebelumnya, lima peserta Program SPPI untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar bela negara. 

Berdasarkan hasil evaluasi Kemhan, para peserta meninggal akibat kondisi medis, termasuk heat stroke, serta penyakit bawaan yang tidak terdeteksi saat proses seleksi awal.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA