"Soal kongres, selain memilih ketua umum, kongres pilih apa lagi,?" tanya Anas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/7).
"Dewan pembina," terang Mubarok, yang juga profesor itu.
"Siapa ketua dewan pembina," tanya Anas lagi.
"Pak SBY," jawab Mubarok.
"Apakah tahu SBY tidak mau jadi Ketua Dewan Pembina kalau tidak dipilih aklamasi?," tanya Anas
"Saya lupa, faktanya aklamasi," timpal Mubarok.
Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu bertanya apakah SBY yang menjabat ketua Dewan Pembina merangkap sebagai Ketua Majelis Tinggi.
"Betul," jawab Mubarok singkat.
"Apakah keputusan tinggi ada di majelis tinggi,?" tanya Anas.
Dia kembali mengamininya. "Betul," jawab Mubarok.
[wid]
BERITA TERKAIT: