"Itu juga yang dipertanyakan kepada saya," kata SDA usai memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/5) malam.
SDA berada di ruang interogasi sekitar 10 jam. Walau begitu, dia tak bisa memastikan adanya bisnis yang dimainkan oleh sejumlah anggota DPR itu.
"Saya tidak tahu persis apakah ada permainan semacam itu yang dilakukan oleh Komisi VIII. Kalau isu, itu ada, tetapi isu tidak bisa dijadikan fakta atas sebuah kejadian. Jadi saya memberikan keterangan, saya tidak tahu apakah ada anggota Komisi VIII yang melakukan bisnis-bisnis itu," katanya.
Lelaki yang terlihat kelelahan itu lebih banyak ditanya soal pengadaan haji. Utamanya, klaim SDA, terkait pemondokan haji di Mekah dan Madinah.
"Jadi hari ini saya diperiksa khususnya yang berkaitan dengan pengadaan caatering, pengadaan perumahan," tandasnya.
KPK sebelumnya sudah meminta keterangan sejumlah pihak terkait penyelidikan penyelenggaraan haji. Diantaranya dua anggota DPR Jazuli Juwaini dan Hasrul Azwar serta pihak Kementerian Agama di Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh.
[wid]
BERITA TERKAIT: