Jangan Larut dalam Pujian, Menhaj Minta Jajaran Benahi Layanan Haji

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Sabtu, 18 Juli 2026, 10:16 WIB
Jangan Larut dalam Pujian, Menhaj Minta Jajaran Benahi Layanan Haji
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, saat memberikan pengarahan pada kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Sorong, Papua Barat Daya. (Foto: Kemenhaj)
Kecil Besar
rmol news logo Seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) diminta membangun budaya evaluasi yang jujur, terbuka, dan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. 

Penegasan tersebut disampaikan  Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, saat memberikan pengarahan pada kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Sorong, Papua Barat Daya.

"Alhamdulillah, hari ini saya dapat bersilaturahmi langsung dengan keluarga besar Kemenhaj di Papua Barat Daya. Terus terang saya merasa memiliki utang kunjungan. Sejak Badan Penyelenggara Haji dibentuk hingga menjadi Kementerian Haji dan Umrah, baru hari ini saya bisa hadir di sini," ujar Menhaj dalam sambutannya pada Jumat, 17 Juli 2026.

Menhaj menilai Papua Barat Daya tidak hanya dikenal melalui Raja Ampat, tetapi juga memiliki semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong yang menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya atas dedikasi dan kerja keras dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M. Namun, Menhaj mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan.

"Masa puji-pujian sudah selesai. Sekarang saatnya kita fokus pada evaluasi. Kementerian yang baik bukan yang sibuk berbangga diri, tetapi kementerian yang terus memperbaiki diri," tegas Menhaj.

Dalam dialog bersama jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya, Menhaj menerima sejumlah masukan terkait penguatan dan penataan sumber daya manusia, aspirasi mengenai tunjangan kinerja, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Seluruh aspirasi tersebut menjadi perhatian serius dan akan diupayakan tindak lanjutnya sesuai mekanisme yang berlaku.

Menhaj juga mengajak seluruh jajaran membangun budaya evaluasi yang terbuka dan tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan di lapangan. Menurutnya, setiap masukan merupakan bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.

"Jangan takut menyampaikan masalah, karena setiap masukan adalah bahan untuk memperbaiki pelayanan kepada jemaah. Mari kita jadikan hasil evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini sebagai pijakan untuk menghadirkan layanan yang lebih baik pada musim haji berikutnya. Yang sudah baik kita pertahankan, sedangkan yang masih kurang kita sempurnakan bersama," pungkas Menhaj. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA