Beberapa nama pun keluar dari mulut suami Neneng Sri tersebut. Namun ketika disinggung soal kabar adanya aliran dana ke putra bungsu SBY, Edhie Baskoro alias Ibas, Nazar hanya melempar senyum.
Nazar yang usai menjalani pemeriksaan terus melangkah menuruni anak tangga gedung KPK saat awak media tetap mencercanya dengan pertanyaan serupa. Hingga akhirnya ia menyebut Yulianis sebagai anak buahnya di PT Permai Grup. Meski dibenarkan ada penyerahan duit sebesar 200 ribu dolar AS, Nazar membantah itu atas perintahnya.
"Yulianis menjalankan perintah mas Anas. Saya hanya bendahara, Permai grup owner utamanya mas Anas, saya bendaharanya," kata Nazar yang tampak berbalut batik coklat, Jumat (4/4).
Seperti pernah diberitakan, mantan wakil direktur Permai Grup, Yulianis mengaku pernah menyerahkan uang sebesar 200 ribu dolar AS kepada Ibas. Uang itu diterima Ibas di Jalan Ciasem, Jakarta.
Pihak KPK sendiri acapkali menyebut jika pengakuan saksi maupun tersangka akan divalidasi. Namun hingga kini, Ibas yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat tak kunjung dipanggil dan diperiksa untuk mengkonfirmasi keterangan Yulianis.
[wid]
BERITA TERKAIT: