Program ini secara perdana diluncurkan Anggota sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu RI, Puadi, di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu 22 Juli 2026.
"Kegiatan Bawaslu Campus Connect, Generasi Digital, Demokrasi Transparan, Ayo Awasi Bersama, Sukseskan Pemilu yang Berintegritas, dengan ini dinyatakan dibuka," ujar Puadi saat membuka sekaligus menyampaikan pidato.
Puadi menjelaskan, penyebaran informasi pemilu yang selama ini cenderung menggunakan ruang fisik, misalkan untuk kampanye memakai baliho, spanduk, hingga media cetak, kemungkinan ke depan akan memanfaatkan ruang-ruang digital seperti media sosial (medsos).
"Ini yang menuntut Bawaslu bertransformasi ke suatu teknologi informasi, agar informasi pemilu lebih cepat, transparan," kata Puadi.
Menurutnya, Bawaslu dalam menghadapi perkembangan digital di masa pemilu mendatang membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk masyarakat akademik, baik kampus secara institusi maupun mahasiswa serta dosen untuk bisa berpartisipasi aktif dalam kerja pengawasan.
"Untuk mendukung transformasi digital, Bawaslu mengembangkan aplikasi Siwaslu. Jika mau berpartisipasi dengan kita ketika proses tahapan pemilu, ada aplikasi namanya Sigap Lapor. Ada juga SIPS (Sistem Informasi Pelaporan dan Sengketa)," kata Puadi.
BERITA TERKAIT: