Di balik kesuksesan Tim Matador, federasi sepak bola dunia FIFA turut merayakan pencapaian besar dari sisi finansial.
FIFA tercatat sukses mencetak rekor keuntungan finansial tertinggi sepanjang sejarah turnamen.
Berdasarkan laporan The Guardian, FIFA diproyeksikan meraup keuntungan fantastis mencapai 15 miliar dolar AS atau setara dengan Rp269 triliun.
Angka tersebut melesat jauh melampaui target awal sebesar 11 miliar dolar AS, serta meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan edisi Qatar 2022 yang mengantongi 7,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp134 triliun.
Lonjakan keuntungan yang masif ini dipicu oleh bertambahnya jumlah kontestan menjadi 48 negara yang bertarung di lapangan hijau, meningkat signifikan dari format 32 tim sebelumnya.
Selain itu, melambungnya harga tiket serta keuntungan dari pasar sekunder dengan skema potongan 15 persen dari pembeli dan 15 persen dari penjual turut menjadi mesin uang utama bagi federasi.
Melihat kesuksesan finansial yang luar biasa di Amerika Utara ini, FIFA kini dikabarkan tengah menggodok kemungkinan untuk kembali menambah jumlah peserta pada ajang Piala Dunia 2030 mendatang.
Rencananya, kuota negara peserta akan kembali didongkrak dari 48 menjadi 64 tim demi mendongkrak pundi-pundi keuntungan yang semakin menggiurkan.
BERITA TERKAIT: