Serial ini menjadi adaptasi bebas dari novel karya A.J. Quinnell, namun tidak sekadar mengulang versi filmnya yang populer pada 2004.
Alih-alih remake, serial Man on Fire menawarkan cerita baru yang lebih relevan dengan pendekatan yang segar. Mengutip laporan Screen Rant, kisahnya berfokus pada karakter John Creasy yang diperankan oleh Yahya Abdul-Mateen II, seorang mantan tentara pasukan khusus.
Creasy ditugaskan ke Rio de Janeiro untuk membantu menjaga stabilitas keamanan selama pemilu. Namun, situasi berubah drastis ketika serangan teroris terjadi. Dalam kondisi genting tersebut, ia harus melindungi seorang remaja bernama Poe, yang diperankan oleh Billie Boullet.
Dalam pelariannya, Creasy dan Poe mendapat bantuan dari Valeria Melo (Alice Braga) serta seorang anak laki-laki bernama Livro. Hubungan di antara mereka berkembang menjadi ikatan emosional yang kuat di tengah ancaman yang terus membayangi.
Karakter John Creasy menjadi daya tarik utama serial ini. Ia digambarkan sebagai sosok kompleks?"keras namun peduli, dingin tetapi tetap protektif. Pergulatan batin yang dialaminya menghadirkan sisi manusiawi yang kuat, menjadikannya lebih dari sekadar tokoh aksi biasa.
Penampilan Yahya Abdul-Mateen II menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam serial ini. Ia mampu menampilkan spektrum emosi yang luas, mulai dari trauma mendalam hingga sisi lembut yang jarang terlihat. Salah satu adegan emosional menjelang akhir bahkan menjadi momen yang paling membekas bagi penonton.
Dari sisi aksi, Man on Fire tampil solid dengan koreografi perkelahian dan baku tembak yang terasa realistis. Setiap adegan disusun dengan tujuan yang jelas, tanpa kesan berlebihan. Variasi gaya bertarung antar karakter juga menambah kesan autentik.
Lebih dari sekadar tontonan penuh aksi, serial ini turut mengangkat tema trauma dan proses penyembuhan dengan pendekatan yang matang. Setiap karakter tidak hanya berjuang untuk bertahan hidup, tetapi juga menghadapi luka batin mereka masing-masing.
Namun, di balik kekuatan cerita dan akting, Man on Fire juga menuai respons beragam dari penonton dan kritikus. Di IMDb, serial ini sempat mencatat skor tinggi di angka 9, tetapi kemudian turun cukup signifikan ke 6,6 seiring bertambahnya ulasan.
Sementara itu, di Rotten Tomatoes, serial ini hanya meraih rating 55 persen, menandakan respons kritikus yang cenderung kurang positif. Sejumlah ulasan menyoroti alur cerita yang dinilai belum konsisten serta ritme yang tidak merata, meski tetap mengapresiasi kedalaman karakter yang ditawarkan.
Man on Fire resmi tayang sejak Kamis, 30 April 2026, dan menjadi salah satu rilisan terbaru yang patut diperhitungkan bagi penggemar genre aksi-drama.
BERITA TERKAIT: