Film "Nobody Loves Kay" Sentil Orang Tua Soal Mimpi Anak

Laporan: Djarot MK

Minggu, 31 Mei 2026, 21:35 WIB
Film "Nobody Loves Kay" Sentil Orang Tua Soal Mimpi Anak
Cast Nobody Loves Kay (kiri - kanan): Ayastrophiile, Aurora Ribero, dan Melati Sesilia. (Foto: RMOL)
rmol news logo Industri e-sport di Tanah Air tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Dunia yang dulunya dicap negatif sebagai sekadar "main gim buang-buang waktu", kini justru menjelma menjadi ladang karier profesional yang menjanjikan prestasi hingga pundi-pundi rupiah bagi Generasi Z.

Fenomena menjamurnya industri digital inilah yang coba dipotret lewat film terbaru berjudul “Nobody Loves Kay”. Film yang terinspirasi dari perjalanan hidup pro player papan atas, Kairi ONIC, ini tak cuma mengulik gemerlap panggung kompetisi, tapi juga menyentil realitas hubungan anak dan orang tua di era modern.

Aktris cantik Aurora Ribero yang memerankan karakter Amanda mengaku matanya langsung terbuka lebar setelah terlibat dalam proyek film ini.

“Awalnya saya bukan seorang gamer. Setelah terlibat dalam film ini, saya jadi sadar bahwa industri ini berkembang sangat pesat. Saya juga jadi lebih mengerti sudut pandang para gamer yang ternyata tidak hanya bermain-main, tetapi benar-benar serius dan memiliki passion yang kuat,” ungkap Aurora saat berbincang dengan wartawan, Minggu, 31 Mei 2026.

Setali tiga uang, Melati Sesilia menilai film ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang ampuh antara generasi muda dan generasi tua yang sering kali gagap memahami perkembangan zaman.

“Banyak anak muda yang sudah memahami dunia e-sport, tetapi mungkin orang tua atau kakek-nenek mereka belum terlalu mengenalnya. Film ini bisa menjadi jembatan agar semua pihak dapat melihat sudut pandang yang berbeda,” kata Melati.

Sementara itu, Ayastrophiile mengingatkan publik agar tidak hanya silau dengan popularitas dan gelimang uang para atlet e-sport. Di balik itu semua, ada cucuran keringat dan kedisiplinan tingkat tinggi yang tak kalah berat dari atlet olahraga konvensional.

“Kita sering hanya melihat kesuksesan dan popularitasnya. Padahal mereka punya jadwal latihan yang ketat, disiplin, dan bekerja sangat serius untuk mencapai prestasi,” tegasnya.

Melati menambahkan, tidak ada yang salah jika orang tua mengutamakan pendidikan formal. Namun, di era digital ini, para orang tua dituntut untuk lebih fleksibel dan melihat bahwa menjadi pro player adalah profesi yang menjanjikan asal dilakoni dengan komitmen penuh.

Lewat film “Nobody Loves Kay”, penonton disuguhkan refleksi mendalam bahwa tiap generasi lahir dengan mimpi yang berbeda. Aurora pun berpesan agar para orang tua mau meluangkan waktu untuk mendengarkan isi hati sang anak.

Sebab di era sekarang, tugas orang tua bukan lagi mendikte masa depan anak, melainkan mendampingi dan memahami potensi mereka agar bisa bersinar di panggungnya sendiri. rmol news logo article
EDITOR: DIKI TRIANTO

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA