Pertemuan Modi dan Putin dijadwalkan membahas sejumlah kerja sama strategis, terutama di bidang pertahanan, energi, dan teknologi.
Keduanya terakhir bertemu di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kyrgyzstan, pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Modi mendorong Putin untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama lima tahun.
"Kita harus beralih dari situasi 'perang tanpa akhir' menuju 'akhir perang', merupakan keinginan umat manusia agar perang ini berakhir secepat mungkin," kata Modi, dikutip dari NDTV.
Pertemuan bilateral Jumat juga diperkirakan membahas sejumlah proyek pertahanan, termasuk rencana peningkatan kemampuan rudal BrahMos.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya mengatakan Moskow dan New Delhi tengah mengeksplorasi peningkatan sistem rudal tersebut.
Rusia juga berkomitmen menyelesaikan pengiriman sistem pertahanan udara S-400 serta membahas kemungkinan pasokan jet tempur Su-57.
Selain pertahanan, kedua negara akan membicarakan rencana India membangun reaktor nuklir sipil baru. Putin juga dijadwalkan menghadiri sesi pleno BRICS Business Forum dan mengunjungi pameran Innoprom bersama Modi.
KTT BRICS sendiri akan berlangsung selama dua hari di New Delhi. India menjadi tuan rumah dalam kapasitasnya sebagai ketua BRICS tahun ini dengan tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability".
Sejumlah pemimpin negara anggota, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, serta Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, turut menghadiri pertemuan tersebut.
BRICS kini mencakup Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, serta anggota baru Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Indonesia.
Agenda KTT mencakup penguatan kerja sama perdagangan, investasi, konektivitas, teknologi tinggi, kesehatan, pangan, energi, hingga rantai pasok.
BERITA TERKAIT: