Pulau tersebut merupakan salah satu fasilitas paling strategis bagi pengiriman minyak mentah negara itu melalui Teluk Persia.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan sebuah kapal tanker dihantam empat rudal yang diduga berasal dari Amerika Serikat (AS) saat berada di area tempat berlabuh di sekitar Pulau Kharg. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sementara awak kapal disebut telah dievakuasi.
Laporan serupa disampaikan Tehran-based Student News Network (SNN), yang menyebut kapal tanker minyak berukuran kecil terkena serangan rudal di Pulau Kharg. Mengutip sumber lokal, SNN juga melaporkan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Sementara itu, kantor berita Fars melaporkan sejumlah ledakan terdengar dari wilayah Teluk Persia di sekitar Pulau Kharg.
Hingga Sabtu malam, belum ada pernyataan resmi langsung dari pemerintah Iran mengenai insiden tersebut. Komando Pusat AS juga belum memberikan tanggapan atas laporan serangan itu.
Dampak terhadap Ekspor Minyak
Serangan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di kawasan yang sangat vital bagi industri minyak Iran. Sebelum perang, sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui fasilitas di Pulau Kharg.
Aktivitas ekspor minyak Iran sendiri telah mengalami tekanan sejak AS memberlakukan blokade terhadap ekspor minyak negara tersebut pada pertengahan April.
Jika gangguan di kawasan Kharg berlanjut, tekanan terhadap ekspor minyak Iran berpotensi semakin besar. Kondisi itu dapat mengganggu salah satu jalur utama pengiriman minyak mentah Iran ke pasar internasional.
Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Kharg sebelumnya juga telah menjadi bagian dari pernyataan keras Presiden AS Donald Trump. Pada 31 Agustus, Trump mengunggah pernyataan di media sosial yang disertai video buatan AI dan mengatakan Pulau Kharg sedang "diledakkan hingga berkeping-keping".
Sebelumnya, pada 11 Juni, Trump juga mengatakan AS ingin mengambil alih Pulau Kharg. Namun, rencana operasi militer AS terhadap pulau tersebut kemudian untuk sementara dibatalkan.
Dengan posisi Kharg sebagai pusat utama ekspor minyak Iran, perkembangan setelah serangan pagi tadi kini menjadi perhatian, terutama terkait kemungkinan gangguan terhadap aktivitas pelabuhan dan pengiriman minyak dari kawasan tersebut.

BERITA TERKAIT: