Namun, Netanyahu tidak menjelaskan putra mana yang menjadi sasaran maupun memberikan rincian lebih lanjut mengenai dugaan upaya tersebut.
“Ini adalah sesuatu yang benar-benar sulit dipercaya. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh, berupaya membantai salah satu putra saya,” kata Netanyahu dalam wawancara melalui telepon dengan
Channel 14, dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.
Channel 12 juga menyebut dugaan rencana pembunuhan itu telah diketahui aparat keamanan Israel selama beberapa bulan.
Pernyataan Netanyahu disampaikan bersamaan dengan upayanyabmemberikan pengamanan ketat kepada kedua putranya, Yair dan Avner Netanyahu.
Kesepakatan dengan Shin Bet disebut memperpanjang perlindungan keamanan bagi keduanya, serta memberikan pengamanan seumur hidup kepada istrinya, Sara Netanyahu, terlepas dari hasil pemilu 27 Oktober mendatang.
“Jadi, keamanan yang mereka dapatkan bukanlah sebuah kemewahan,” tegas Netanyahu.
Dia bahkan memperingatkan bahwa tanpa perlindungan keamanan tersebut, para calon pembunuh disebut bisa berhasil menjalankan aksinya.
Sementara itu, Avner diketahui tinggal di Israel, sedangkan Yair yang dikenal melalui pandangan politik sayap kanannya selama beberapa tahun terakhir lebih banyak tinggal di Miami, Amerika Serikat.
Pengamanan terhadap Yair sebelumnya menuai kritik karena dinilai berlebihan lantaran dirinya lebih sering berada di luar Israel.
Pada 2024, media melaporkan Yair tinggal di kompleks apartemen mewah di Miami dengan sopir serta dua pengawal dari Unit 730 Shin Bet, yang diperkirakan menelan biaya negara sekitar 200.000 shekel atau sekitar 55.000 dolar AS per bulan.
BERITA TERKAIT: