Bogota juga mengumumkan pembekuan pengakuan terhadap kelompok Sahrawi Arab Democratic Republic (SADR).
"Tidak akan ada kontak politik atau diplomatik, tidak ada pertukaran misi, dan tidak ada dukungan untuk 'SADR' di forum multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan, di mana Kolombia saat ini duduk sebagai anggota tidak tetap," tegas Kementerian Luar Negeri Kolombia dalam sebuah pernyataan, dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.
Kolombia memastikan keputusan tersebut sepenuhnya menghormati hukum internasional, Piagam PBB, serta kerangka kerja yang ditetapkan oleh Resolusi Dewan Keamanan 2797 (2025) tentang masalah Sahara.
Perubahan sikap ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kolombia untuk memperkuat hubungan bilateralnya dengan Maroko.
Hubungan Rabat dan Bogota ke depan akan diarahkan pada kerja sama ambisius dan konkret di sejumlah sektor, antara lain perdagangan, investasi, pariwisata, ketahanan pangan, pengembangan pelabuhan dan logistik, serta penguatan konektivitas Atlantik.
Keputusan tersebut menyusul kehadiran Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika dan Warga Maroko di Luar Negeri Nasser Bourita di Cali pada 7 Agustus untuk mewakili Raja Mohammed VI dalam pelantikan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella.
BERITA TERKAIT: