Kerja sama tersebut tertuang dalam dokumen yang ditandatangani oleh CEO NCKU RDF, Prof Ju-Ming Wang dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan industri, hingga pelatihan profesional berbasis kebutuhan masa depan.
“Kedua belah pihak sepakat untuk mendorong kerja sama dalam pengembangan talenta, pelatihan profesional, dan pendidikan berbasis industri berdasarkan prinsip kesetaraan, timbal balik, dan saling menguntungkan,” demikian isi dokumen kerja sama tersebut yang diterima redaksi di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kerja sama ini akan difokuskan pada sejumlah sektor strategis seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), semikonduktor, keamanan siber, bioteknologi, keberlanjutan, hingga pelatihan bahasa dan teknologi baru lainnya.
Melalui platform Talent Development Center milik NCKU RDF, kedua pihak akan mengembangkan program pelatihan bagi universitas dan institusi di bawah naungan Pemuda Muhammadiyah.
“Melalui kerja sama ini, para pihak bertujuan mencetak talenta tingkat menengah hingga tinggi di Indonesia serta memperkuat keterhubungan antara Taiwan dan Indonesia dalam industri masa depan,” tulis dokumen tersebut.
Selain pelatihan daring dan luring, kerja sama juga mencakup pengembangan program sertifikasi, pendidikan berkelanjutan, forum akademik, konferensi, hingga pertukaran institusi.
Kedua pihak juga membuka peluang pembentukan skema dukungan administratif maupun mekanisme berbagi pendapatan untuk program-program tertentu yang dijalankan bersama.
Perjanjian tersebut berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan 22 Mei 2026 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak.
BERITA TERKAIT: