Mereka juga menggelar acara promosi seperti Taiwan Travel Fair di PIK Avenue serta workshop pariwisata di Jakarta dan Medan.
Langkah ini dilakukan karena Taiwan melihat peluang besar dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang mulai merencanakan liburan keluarga sejak bulan Mei untuk periode libur sekolah Oktober.
Indonesia sendiri merupakan pasar strategis dengan populasi sekitar 280 juta jiwa.
Director Taiwan Tourism Information Center di Jakarta, Abe Chou menjelaskan, keterlibatan pelaku industri menjadi kunci penting dalam mengonversi minat menjadi kunjungan nyata.
”Melalui travel agent dan maskapai yang hadir, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga bisa langsung membeli paket perjalanan dengan berbagai penawaran menarik,” kata Abe Chou, dikutip Senin 4 Mei 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Taiwan juga mengembangkan lingkungan wisata ramah Muslim.
Berbagai upaya dilakukan, seperti penyediaan makanan ramah Muslim, ruang salat di pusat transportasi dan destinasi wisata, serta fasilitas pendukung lainnya.
Langkah ini ditujukan agar wisatawan Indonesia yang mayoritas beragama Islam dapat berwisata ke Taiwan dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Trust H.J. Lin menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam strategi pariwisata Taiwan.
“Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis," kata Trust Lin.
BERITA TERKAIT: