Membanggakan! Produk Lele Marinasi Asal Bandung Tembus Pasar Taiwan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Minggu, 09 Agustus 2026, 03:56 WIB
Membanggakan<i>!</i> Produk Lele Marinasi Asal Bandung Tembus Pasar Taiwan
Ekspor perdana 10,5 ton lele marinasi beku dari Bandung di Pergudangan Ketapang, Kabupaten Bandung pada Kamis, 6 Agustus 2026. (Foto: Humas KKP)
Kecil Besar
rmol news logo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengantarkan lele marinasi hasil produksi UMKM (Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah) asal Bandung, Jawa Barat menembus pasar Taiwan. 

Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP, Ishartini, mengatakan keberhasilan menembus pasar ekspor berkat pelaksanaan quality assurance dari hulu sampai hilir yang menjadi syarat pemenuhan ketentuan dan standar jaminan mutu di negara tujuan. 

Ekspor perdana 10,5 ton lele marinasi beku dari Bandung berlangsung di Pergudangan Ketapang, Kabupaten Bandung pada Kamis, 6 Agustus 2026. Produk olahan perikanan senilai Rp400 juta itu diproduksi oleh PT. Asha Nuova International.

"Komoditas lele Indonesia saat ini telah masuk dalam skema sertifikasi CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik, CPIB (Cara Penangkapan Ikan yang Baik) untuk hulu maupun SKP (Sertifikasi Kelayakan Pengolahan) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) untuk hilir sehingga otoritas kompeten di tempat atau negara tujuan ekspor mengakui kualitasnya dan memberikan approval masuk pasar mereka," ungkap Ishartini dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Ishartini menambahkan, lele marinasi saat ini menjadi produk perikanan asal Indonesia yang mulai digemari pasar global seperti ikan nila. Ekspor perdana ini merupakan batch pertama, dan pengiriman selanjutnya direncanakan meningkat menjadi 20 ton.

"Sudah dijadwalkan pada bulan depan (September 2026) menyusul produk dari ikan nila," tutur Ishartini.

Kepala UPT Badan Mutu KKP Bandung, Darwin Syah Putra menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan volume dan nilai ekspor olahan ikan dari Jawa Barat. Terlebih KKP sedang menjalankan program kampung budidaya tematik yang siap menyokong produktivitas perikanan di hulu. 

Salah satu caranya dengan mengarahkan Unit Pengolahan Ikan (UPI) pemegang sertifikasi mutu perikanan menjadi penampung produk UMKM perikanan di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025, ekspor perikanan dari Jawa Barat mencapai 1.800 ton dengan nilai mencapai Rp42 miliar.

"Kehadiran UPT kami di Jawa Barat terbukti mampu mengawal komoditas perikanan Jawa Barat mendunia dengan komoditas unggulan layur, cumi, tenggiri, sumpia udang, sotong, cunang, ikan nila dan sekarang tambah lele. Tujuan ekspornya ke Hongkong, Filipina, Kanada, Brunei, Jepang, Korea, Timor Leste, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Tiongkok, lalu sekarang Taiwan," pungkasnya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA