Dia menegaskan Washington akan memastikan uranium yang telah diperkaya milik Teheran dihancurkan, terlepas dari tercapai atau tidaknya kesepakatan diplomatik antara kedua negara.
"Kami akan mengambilnya dan menghancurkannya, baik di lokasi maupun di luar lokasi," kata Trump dalam sebuah wawancara, dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Pernyataan itu menunjukkan sikap keras pemerintahan Trump yang tidak ingin Iran mempertahankan kemampuan pengayaan uranium yang dinilai dapat digunakan untuk mendukung program senjata nuklir.
Selain menyoroti isu nuklir, Trump menilai penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah sebelum perundingan selesai merupakan langkah gegabah.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengklaim memiliki informasi mengenai keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang disebutnya mengalami luka serius.
BERITA TERKAIT: