Menurut Trump, mayoritas pabrik drone, lokasi peluncuran, dan fasilitas produksi rudal Iran telah menjadi sasaran serangan.
Dia menilai operasi militer tersebut berhasil melumpuhkan sebagian besar infrastruktur pertahanan yang selama ini menopang kemampuan serangan jarak jauh Teheran.
“Sebagian besar pabrik drone telah dihancurkan, sebagian besar landasan peluncuran telah dihancurkan, dan sebagian besar area pembuatan rudal telah dihancurkan,” dalam sebuah wawancara wawancara, dikutip Minggu, 7 Juni 2026.
Meski demikian, Trump mengakui Iran masih memiliki sejumlah rudal dan drone yang dapat digunakan. Dia menegaskan jumlah persenjataan yang tersisa saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan ketika konflik pertama kali pecah.
“Mereka masih memiliki kemampuan. Mereka memiliki beberapa rudal, mereka memiliki beberapa drone. Saya akan mengatakan secara persentase, mungkin 21-22 persen dari rudal mereka, itu banyak rudal, tetapi tidak sebanyak saat kita pertama kali menyerang," jelasnya.
Menanggapi belum tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen, Trump menilai sikap Iran dipengaruhi oleh faktor kebanggaan nasional.
“Mereka bangga, dan ada hal-hal yang tidak pernah mereka bayangkan akan mereka lakukan, tetapi harus mereka lakukan. Mereka tidak punya pilihan, dan itu membutuhkan waktu sedikit," kata dia.
BERITA TERKAIT: