Menteri Energi Delegasi Prancis, Maud Bregeon, menjelaskan bahwa gangguan paling terasa terjadi di jaringan SPBU milik perusahaan energi besar, TotalEnergies.
"Keputusan TotalEnergies untuk membekukan harga bahan bakar, menjaganya tetap di bawah harga pesaingnya, telah menyebabkan para pengemudi berbondong-bondong mengisi bahan bakar di stasiun Total, sehingga menyulitkan pasokan," ujarnya, dikutip dari France24, Rabu 8 April 2026.
TotalEnergies menetapkan harga maksimal bensin tanpa timbal sebesar 1,99 Euro per liter selama April, sementara harga solar dinaikkan menjadi 2,25 Euro agar lebih mendekati harga pasar.
Namun, kebijakan ini memicu lonjakan permintaan sejak pertengahan Maret dan menyebabkan tekanan pada pasokan, terutama untuk solar. Perusahaan bahkan mengakui adanya ketegangan pasokan lokal di beberapa wilayah.
Pemerintah Prancis menegaskan bahwa masalah ini bukan karena kekurangan pasokan nasional, melainkan gangguan distribusi, termasuk perlambatan pengiriman selama masa liburan. Mereka memperkirakan sebagian besar SPBU akan kembali terisi dalam beberapa hari ke depan.
Meski begitu, kenaikan harga bahan bakar telah membebani masyarakat dan dunia usaha. Biaya operasional meningkat, sementara daya beli ikut tertekan. Situasi ini memicu gelombang protes di berbagai daerah. Di Nantes, sopir truk dan perusahaan konstruksi memblokir jalan, sementara di Korsika, para nelayan menutup akses pelabuhan sebagai bentuk protes.
Reaksi ini mengingatkan pada gerakan “Rompi Kuning” yang pernah mengguncang Prancis pada 2018-2019 akibat kenaikan harga bahan bakar. Tekanan ekonomi yang serupa kini kembali dirasakan masyarakat.
Di tingkat global, konflik geopolitik turut memperparah situasi. Ketegangan di Timur Tengah, terutama terkait Iran, telah mengganggu jalur distribusi energi penting seperti Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Hal ini mendorong harga energi naik dan berdampak langsung pada negara-negara konsumen, termasuk Prancis.
Di sisi lain, Uni Eropa masih bergulat dengan dampak kebijakan pemutusan ketergantungan energi dari Rusia sejak konflik Ukraina. Meskipun berkomitmen menghentikan penggunaan energi Rusia sepenuhnya pada 2027, beberapa rencana sempat ditunda karena perkembangan geopolitik terbaru.
BERITA TERKAIT: