Tak hanya armada udara, dalam seremoni tersebut turut diserahkan sejumlah sistem persenjataan berteknologi tinggi, mulai dari Radar Ground Control Intercept (GCI) GM403, rudal udara ke udara jarak jauh Beyond Visual Range (BVR) Meteor, hingga Smart Weapon AASM Hammer yang terintegrasi dengan platform Rafale.
Berdasarkan pantauan, Presiden Prabowo yang mengenakan setelan safari krem dipadukan dengan peci hitam tiba sekitar pukul 10.00 WIB.
Kehadirannya didampingi jajaran pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menko Polkam Djamari Chaniago.
Turut hadir pula Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, hingga Ketua Komisi I DPR Utut Adianto.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi simbolik pembukaan tirai logo Skadron Udara 12 yang terpasang di badan pesawat Rafale.
Prabowo secara langsung menarik tirai tersebut, menandai peresmian dengan disambut tepuk tangan meriah para undangan.
Prosesi berlanjut dengan ritual siraman, ketika Presiden mengambil air kembang dari kendi menggunakan gayung kayu lalu menyiramkan ke bagian depan pesawat sebanyak dua kali sebagai simbol doa keselamatan dan kesiapan operasional.
Momen puncak berlangsung saat penyerahan kunci pesawat dari Presiden Prabowo kepada Panglima TNI, yang kemudian diteruskan kepada KSAU Marsekal Tonny Harjono.
Usai seremoni, Prabowo meninjau langsung berbagai alutsista yang dipamerkan, mulai dari kokpit dan interior Rafale, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor, serta Radar GCI GM403. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
BERITA TERKAIT: