Berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin, 6 April 2026, Trump mengatakan pemerintah akan memaksa media mengungkap sumber informasi mereka, terutama terkait laporan sensitif soal operasi militer.
Ketegangan ini muncul setelah sebuah jet tempur AS ditembak jatuh di wilayah Iran pada Jumat sebelumnya. Dari dua awak pesawat, satu pilot dilaporkan berhasil diselamatkan lebih dulu oleh tim penyelamat AS, sementara pilot lainnya menyusul kemudian.
Menurut Trump, bocornya informasi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan operasi militer yang sedang berlangsung. Ia menilai publikasi berita terlalu cepat dapat mengganggu misi penyelamatan.
“Kami akan mendatangi perusahaan media yang merilisnya, dan kami akan mengatakan, ‘Demi keamanan nasional, serahkan sumbernya atau masuk penjara,’” tegas Trump, dikutip dari Reuters, Selasa 7 April 2026.
Meski demikian, tidak jelas media atau jurnalis mana yang secara spesifik menjadi target ancaman tersebut. Sejumlah media besar seperti The New York Times, CBS News, dan Axios diketahui turut melaporkan penyelamatan pilot tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan.
Gedung Putih juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut ketika dimintai konfirmasi terkait pernyataan Presiden tersebut.
Di sisi lain, pejabat pemerintah seperti Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC) Brendan Carr turut menyinggung media yang dianggap menyebarkan berita palsu, bahkan memperingatkan soal potensi konsekuensi terhadap izin siaran.
BERITA TERKAIT: