Mengutip
Reuters, harga solar melonjak 54,9 persen menjadi 520,35 rupee per liter, sedangkan bensin naik 42,7 persen ke level 458,40 Rupee per liter.
Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik berdalih kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas gejolak harga energi global.
"Kenaikan harga ini tidak terelakkan karena harga di pasar internasional tidak terkendali setelah perang AS-Iran," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip Jumat, 3 April 2026.
Sebelumnya, Pakistan juga telah menaikkan harga BBM sekitar 20 persen pada bulan lalu dengan alasan serupa, yakni dampak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb sebelumnya mengatakan pemerintah akan menyalurkan subsidi bagi kelompok tertentu, termasuk petani kecil, pengendara sepeda motor, serta sektor transportasi antar kota.
Namun demikian, pemerintah negara itu mengakui ruang fiskal kian terbatas. Dalam tiga pekan terakhir saja, subsidi energi yang telah dikucurkan disebut telah mencapai 129 miliar rupee.
"Karena sumber daya terbatas dan belum ada tanda-tanda perang ini akan berakhir, tidak ada cara untuk melanjutkan subsidi secara menyeluruh," demikian Malik.
BERITA TERKAIT: