Kabar itu diungkap oleh sumber anonim yang mengetahui laporan intelijen AS, seperti dikutip
CNN pada Jumat, 3 April 2025.
Dikatakan bahwa sekitar setengah peluncur rudal Iran masih utuh, sementara ribuan drone serang satu arah juga tersimpan di dalam gudang senjata negara itu.
“Mereka masih sangat berpotensi untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah tersebut,” ujar salah satu sumber.
Selain itu senjata seperti peluncur yang saat ini sulit dijangkau masih terkubur di bawah tanah atau dipindahkan ke lokasi tersembunyi.
Selama ini, Iran diketahui mengandalkan jaringan terowongan, gua, serta platform bergerak untuk melindungi aset militernya, sehingga menyulitkan upaya penghancuran dari udara.
Selain itu, laporan intelijen menunjukkan bahwa sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran masih masih belum dipakai.
Di sektor maritim, kekuatan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan masih mempertahankan sekitar setengah kekuatannya, termasuk ratusan kapal kecil dan kapal tanpa awak.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim kemampuan rudal dan drone Iran telah habis dan menyebut hanya sedikit aset yang tersisa.
Namun, sumber intelijen menilai klaim tersebut tidak sejalan dengan kondisi di lapangan, bahkan target penyelesaian operasi dalam dua hingga tiga pekan dinilai tidak realistis.
BERITA TERKAIT: