WMO Peringatkan El Nino 2026 Picu Kekeringan di Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 02 Juni 2026, 17:53 WIB
WMO Peringatkan El Nino 2026 Picu Kekeringan di Indonesia
Representative Image (Foto: WMO)
rmol news logo Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kemunculan fenomena El Nino pada 2026.

Dalam laporan terbaru WMO, peluang terjadinya El Nino pada periode Juni hingga Agustus 2026 mencapai 80 persen. Bahkan, probabilitas fenomena tersebut bertahan hingga setidaknya November berada di kisaran 90 persen atau lebih. 

Mayoritas model prakiraan iklim global menunjukkan El Nino kali ini berpotensi berkembang dengan intensitas sedang hingga kuat.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa dunia harus memandang perkembangan tersebut sebagai peringatan serius. 

"Kondisi El Nino akan memperparah pemanasan global. Dampaknya akan terasa lebih keras, menjangkau lebih jauh, dan melintasi perbatasan dengan kecepatan yang menghancurkan," tegasnya dalam pernyataan video, dikutip Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut WMO, Indonesia bersama Australia, Amerika Tengah, Amerika Selatan bagian utara, kawasan Karibia, serta sebagian wilayah Asia Selatan termasuk wilayah yang umumnya mengalami kondisi lebih kering dari normal saat El Nino berlangsung. 

Berkurangnya curah hujan dapat berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, produksi pangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. 

Di saat yang sama, wilayah Amerika Selatan bagian selatan, Amerika Serikat bagian selatan, sebagian Tanduk Afrika dan Asia Tengah justru berpotensi menghadapi curah hujan berlebih dan banjir.

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak hanya berupa kekeringan, tetapi juga peningkatan risiko gelombang panas di daratan maupun lautan. 

"Kita perlu bersiap menghadapi potensi fenomena El Nino yang kuat yang akan memperburuk kekeringan dan curah hujan lebat serta meningkatkan risiko gelombang panas baik di darat maupun di laut. El Nino terakhir, pada tahun 2023-2024, adalah salah satu dari lima El Niño terkuat yang pernah tercatat dan berperan dalam rekor suhu global yang kita saksikan pada tahun 2024," kata dia .

WMO mencatat suhu permukaan laut di kawasan Pasifik ekuatorial bagian tengah hingga timur saat ini terus mendekati ambang batas El Nino. 

Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu bawah permukaan laut yang tercatat lebih dari 6 derajat Celsius di atas rata-rata, menciptakan cadangan panas besar yang mendorong pemanasan lebih lanjut di permukaan laut.

Karena itu, WMO menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini melalui prakiraan musim dan sistem peringatan dini yang lebih akurat.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA