Pezeshkian berpandangan bahwa narasi ancaman terhadap Iran tidak lepas dari kepentingan pihak berkuasa yang membutuhkan musuh untuk mempertahankan dominasi, termasuk dengan cara membentuk ancaman jika situasi nyata tidak mendukung.
"Menggambarkan Iran sebagai ancaman tidak sesuai dengan realitas sejarah maupun fakta yang dapat diamati saat ini," tegasnya dalam surat yang diunggah di platform X, seperti dikutip Jumat, 3 April 2026.
Pezeshkian menegaskan bahwa rakyat Iran tidak memiliki permusuhan dengan bangsa lain, termasuk Amerika. Ia juga menolak anggapan bahwa Iran merupakan pihak agresor.
“Meskipun memiliki keunggulan historis dan geografis di berbagai waktu, Iran, dalam sejarah modernnya, tidak pernah memilih jalan agresi, ekspansi, kolonialisme, atau dominasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pezeshkian menyoroti kehadiran militer AS di kawasan sekitar Iran yang dinilai justru memperbesar ancaman.
“Agresi-agresi Amerika baru-baru ini yang dilancarkan dari pangkalan-pangkalan ini telah menunjukkan betapa mengancamnya kehadiran militer semacam itu,” ujarnya seraya menegaskan bahwa langkah Iran memperkuat pertahanan merupakan respons yang sah dan bukan bentuk agresi.
BERITA TERKAIT: