Hal itu disampaikan Danon saat ditanya soal alasan Israel memiliki senjata nuklir, sementara negara lain di Timur Tengah tidak.
Alih-alih menjawab langsung soal “hak” kepemilikan nuklir, Danon menekankan bahwa penilaian seharusnya didasarkan pada peran masing-masing negara dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Seseorang seharusnya bertanya pada dirinya sendiri tentang setiap negara, siapa yang membawa stabilitas ke Kawasan dan siapa yang membawa kekacauan,” ujar Danon dikutip redaksi sesaat lalu.
Ia kemudian menegaskan posisi Israel sebagai kekuatan penstabil di Timur Tengah. Menurutnya, Israel secara konsisten mendorong perdamaian melalui berbagai kesepakatan dan upaya diplomasi.
“Israel adalah kekuatan penstabil di kawasan ini. Kami menginginkan perdamaian. Kami telah menandatangani perjanjian damai, kami mempromosikan perdamaian, kami berdoa untuk perdamaian,” lanjutnya.
Sebaliknya, Danon menuding Iran sebagai pihak yang justru memperkeruh situasi. Ia bahkan mengklaim Teheran telah melakukan serangan terhadap 13 negara dalam satu bulan terakhir.
“Ketika Anda melihat rezim Iran, mereka melakukan hal yang persis sebaliknya. Mereka telah menyerang 13 negara dalam satu bulan,” tegasnya.
Lebih jauh, Danon membandingkan dengan rekam jejak Israel yang telah berdiri selama 77 tahun tanpa terlibat konflik berskala besar dengan banyak negara sekaligus.
“Israel tidak pernah berperang dengan 13 negara sekaligus,” katanya.
BERITA TERKAIT: