Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa rudal tersebut menghantam area dekat sejumlah situs suci dunia yang berada di sekitar Kota Tua Yerusalem.
“Sebuah rudal Iran menghantam Yerusalem saat Idul Fitri, beberapa ratus meter dari tempat-tempat paling suci bagi umat Muslim, Kristen, dan Yahudi. Inilah wajah sebenarnya dari rezim 'agama' yang disebut-sebut oleh para Mullah,” tulis Kemlu Israel dalam sebuah pernyataan resmi di X, seperti dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.
Sebelumnya, pada 16 Maret 2026, pecahan rudal balistik Iran serta serpihan dari sistem pencegat Israel dilaporkan berjatuhan di sekitar kawasan Kota Tua Yerusalem.
Polisi Israel menyebutkan bahwa material tersebut ditemukan di sejumlah titik, termasuk di sekitar situs-situs suci.
Meski begitu, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan besar yang dilaporkan di Gereja Makam Kudus maupun di area pelataran kompleks Al-Aqsa yang juga dikenal oleh umat Yahudi sebagai Temple Mount.
Foto yang dirilis kepolisian memperlihatkan petugas membawa bagian logam besar yang diduga merupakan bagian dari rudal dari atap bangunan di dekat Gereja Makam Kudus.
Gambar lain menunjukkan area yang dipasangi garis polisi di pelataran Al-Aqsa, dengan serpihan kecil berserakan di lantai.
BERITA TERKAIT: