Menurut laporan Kantor Berita Resmi Saudi (SPA), kedua pemimpin mendiskusikan perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah, termasuk dampak serangan yang dikaitkan dengan Iran terhadap Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara sahabatnya.
Pihak Kremlin juga mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut. Dalam pernyataannya, Rusia menyampaikan kekhawatiran atas potensi meluasnya konflik di kawasan. Moskow menegaskan bahwa situasi saat ini berisiko memicu dampak yang lebih besar bagi negara-negara Arab.
“Kedua belah pihak menyatakan keprihatinan serius tentang risiko nyata penyebaran konflik, yang telah memengaruhi wilayah sejumlah negara Arab dan dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan,” demikian pernyataan Kremlin, dikutip dari Al-Arabiya, Selasa 3 Maret 2026.
Selain pembicaraan antara kedua pemimpin, komunikasi juga dilakukan di tingkat menteri luar negeri. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, berbicara dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, mengenai perkembangan konflik di Timur Tengah.
Dalam percakapan tersebut, kedua menteri menekankan pentingnya penghentian segera seluruh aksi permusuhan. Mereka juga mendorong langkah-langkah prioritas untuk mencegah serangan terhadap warga sipil serta infrastruktur sipil, baik di Iran maupun di negara-negara sekitarnya.
BERITA TERKAIT: