Salah satunya, Belarusia yang telah lama menjadi sekutu dekat Rusia. Negara itu berencana melatih ratusan ribu warga menjadi tentara sukarela.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Belarusia, Aleksander Lukashenko selama pertemuan Dewan Keamanan Nasional pada Senin (20/2).
Menurutnya, situasi negara saat ini tidak mudah, oleh sebab itu ia mendesak agar setiap pria di Belarusia mampu menggunakan senjata.
"Setidaknya mereka mampu melindungi keluarganya, jika diperlukan, rumahnya, sebidang tanahnya sendiri, dan jika perlu negaranya," kata Lukashenko seperti dimuat
Reuters. Lukashenko yang mengizinkan Rusia mengakses wilayahnya untuk akses senjata ke Ukraina, mengatakan pasukan Belarusia akan berperang hanya jika diserang.
"Jika terjadi tindakan agresi, responsnya akan cepat, keras, dan tepat," tegasnya.
Menteri Pertahanan Viktor Khrenin mengungkap bahwa pasukan pertahanan sukarelawan akan memiliki 100.000-150.000 personel yang akan dilatih di setiap desa dan kota.
Menurut Neraca Militer Institut Internasional untuk Studi Strategis 2022, saat ini Belarusia memiliki tentara profesional sekitar 48.000 tentara dan sekitar 12.000 tentara ditempatkan di perbatasan negara.
BERITA TERKAIT: