Kunjungan penting Paus selama empat hari ke Bahrain akan membawa pesan bahwa orang-orang dapat menjadi pembangun perdamaian dan fokus pada kebutuhan mendesak akan dialog. Ini merupakan kunjungan kedua Paus ke Teluk dalam tiga tahun bagi kepala Gereja Katolik Roma.
Sebelum berangkat ke Teluk dengan penerbangan ITA Airways, Paus pada Selasa meminta ribuan jemaah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus di Roma untuk berdoa bagi keberhasilan kunjungan tersebut.
“Saya meminta semua orang untuk menemani saya dengan doa, sehingga setiap pertemuan dan acara dapat menjadi kesempatan yang bermanfaat untuk mempromosikan, dalam nama Tuhan, penyebab persaudaraan dan perdamaian, yang sangat dibutuhkan oleh zaman kita sekarang ini,†kata Puas, seperti dikutip dari
AFP, Kamis (3/11).
Paus menyebutkan bahwa dirinya secara khusus akan menghadiri dsn berbicara di Bahrain Forum for Dialogue pada Jumat (4/11).
“Ini akan menjadi perjalanan di bawah bendera dialog bertema kebutuhan yang tak terhindarkan bagi Timur dan Barat untuk bersatu demi perdamaian,†katanya.
Dia Bahrain Paus juga akan bertemu Imam Besar Al Azhar Ahmed Al Tayeb pada Jumat dan berpidato di pertemuan anggota Dewan Tetua Muslim.
Ada sekitar 80.000 umat Katolik di Bahrain. Lebih dari 1.500 dari mereka adalah warga negara Bahrain, termasuk di antara beberapa negara Teluk dengan populasi Kristen lokal.
Sebagian besar umat Katolik adalah pekerja asing dari India, Filipina, Sri Lanka, Turki, Suriah dan Lebanon.
BERITA TERKAIT: