Pengintaian tersebut berhasil mengamankan senjata api laras pendek serta perlengkapan lainnya milik kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kegiatan diawali dengan pergerakan tim patroli menuju sasaran. Setelah menempati kedudukan, personel melaksanakan pengintaian dan pemantauan situasi di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok separatis TPNPB OPM.
Setelah kegiatan pemantauan dan pengintaian rampung, personel Satgas Koops TNI Habema langsung melaksanakan penyisiran di lokasi sasaran yang selama ini digunakan sebagai tempat persembunyian kelompok separatis bersenjata OPM.
Saat melakukan penyisiran dan pembersihan di dalam bangunan tersebut, personel menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok OPM.
Dari hasil patroli tersebut, personel mengamankan satu pucuk senjata api campuran berupa pistol jenis airsoft gun Omega buatan Tiongkok, satu pucuk senapan angin, tujuh belas butir munisi kaliber 5,56 mm, tujuh butir munisi pistol kaliber 9 mm, satu butir munisi revolver kaliber 9 mm, serta sejumlah barang lainnya.
Seluruh barang tersebut ditemukan di dalam sebuah tas yang berada di lantai ruang tengah bangunan utama.
Sesuai pelaksanaan patroli pada sasaran pertama, tim Satgas Koops TNI Habema kembali melaksanakan patroli, observasi menggunakan drone, dan pengamatan lanjutan terhadap sasaran kedua. Pengawasan dilakukan karena di dalam honai tersebut ditemukan bara api yang masih menyala sehingga diduga lokasi itu belum lama ditinggalkan.
Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan patroli serta penindakan keamanan secara terukur guna mempersempit ruang gerak kelompok separatis bersenjata OPM yang masih berupaya mengganggu keamanan masyarakat.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman serta kondusif,” ucap Wirya.
Satgas Koops TNI Habema menegaskan akan terus melaksanakan patroli pengintaian dan penindakan terukur di wilayah rawan guna menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok separatis bersenjata OPM.
“Kehadiran aparat diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif sekaligus mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang masih berupaya mengganggu keamanan di wilayah Papua Pegunungan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: