Ahli: Sanksi Akan Mendorong Rusia Mandiri dan Merdeka dari Pengaruh Barat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 04 April 2022, 06:57 WIB
Ahli: Sanksi Akan Mendorong Rusia Mandiri dan Merdeka dari Pengaruh Barat
Ilustrasi/Net
rmol news logo Setelah konflik di Ukraina meletus, AS dan sekutunya memberlakukan serangkaian sanksi keras terhadap Rusia di hampir semua bidang.

Namun, sementara negara ditekan, banyak penduduk Rusia menunjukkan bahwa mereka tetap optimis dan semakin bersatu menghadapi masa depan negaranya.

Itu terlihat saat Sputnik melakukan jajak pendapat baru-baru ini, menunjukkan bahwa hampir 50 persen orang Rusia yakin akan masa depan negara itu. Pada saat yang sama, proporsi orang Rusia yang mendukung operasi militer khusus di Ukraina telah meningkat tajam.

Dalam laporannya pada 30 Maret lalu, Sputnik mengatakan sekitar setengah dari semua orang Rusia yang disurvei percaya bahwa mata pencaharian mereka akan lebih baik dalam tiga sampai lima tahun. Sebanyak 49 persen responden percaya bahwa kehidupan akan menjadi lebih baik dari sekarang di masa depan, dibandingkan dengan hanya 25 persen responden pada Desember 2021.

Sementara banyak yang optimis, ada 19 persen orang yang percaya bahwa hidup tidak akan berubah. Survey itu juga melaporkan ada 13 persen orang yang percaya bahwa itu mungkin akan menjadi lebih buruk, dan 18 persen lainnya mengatakan itu sulit untuk dijawab.

Wawancara media China Global Times kepada warga Rusia juga menemukan bahwa mereka memiliki harapan yang berbeda untuk masa depan di bawah sanksi Barat. Tetapi sebagian besar dari mereka yang disurvei mengatakan masih memiliki keyakinan penuh pada persatuan negara.

"Sejauh ini, sanksi tidak mempengaruhi hidup saya sama sekali. Saya akan menemukan pengganti produk-produk itu di Rusia. Saya tidak takut dan percaya itu akan menjadi lebih baik," kata seorang warga Rusia bernama Stas.

Berbeda deengan Stas, Vasily, seorang pegawai negeri sipil berusia 29 tahun mengaku bahwa keuangannya terganggu akibat sanki negara Barat.

"Sanksi itu langsung mempengaruhi hidup saya karena gaji saya tergantung pada anggaran negara, yang sekarang bermasalah karena sanksi. Tapi semua masalah itu bisa diselesaikan," kata Vasily.

"Saya akan sangat merasakan kepergian beberapa perusahaan Barat dari Rusia ketika saya dibesarkan di Moskow. Namun, saya tidak memperhatikan apakah mereka kelak akan kembali ke negara kita."

Wakil Kepala Departemen Keamanan Internasional dan Nasional, Akademi Diplomatik di Moskow, Oleg Ivanov berpendapat sanksi Barat bisa menjadi momentum agar Rusia lebih mandiri.

"Sanksi Barat akan mendorong lebih banyak kemerdekaan Rusia dari pengaruh Barat dan akan meningkatkan kemandiriannya di bidang ekonomi dan politik," kata Ivanov.

"Sekarang Rusia harus mengembangkan lebih banyak industri teknologi tinggi sendiri yang akan membawa lebih banyak manfaat bagi negara dan membantu meningkatkan standar hidup," ujarnya.

Beberapa ahli juga mencatat bahwa sebagian besar orang Rusia percaya bahwa setelah Moskow meluncurkan operasi militer khusus terhadap Ukraina, keamanan nasional negara itu lebih terjamin. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA