Lelah Negosiasi Berlarut-larut, Kremlin: Putin Siap Bertemu Zelensky Hanya Kalau Ada Kesepakatan Tertulis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 04 April 2022, 06:34 WIB
Lelah Negosiasi Berlarut-larut, Kremlin: Putin Siap Bertemu Zelensky Hanya Kalau Ada Kesepakatan Tertulis
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov/Net
rmol news logo Rusia tidak pernah mengesampingkan negosiasi damai dengan Ukraina. Bahkan Presiden Vladimir Putin tidak pernah melontarkan penolakan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

Kremlin menyayangkan hambatan yang membuat negosiasi menjadi panjang dan berlarut-larut setelah kedua belah pihak yang bertikai tetap kukuh pada pendiriannya. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, terkait hal itu, mulai saat ini pertemuan hanya akan terjadi jika ada kesepakatan tertulis antara keduanya.

"Tidak, Putin tidak pernah menolak (kemungkinan pertemuan dengan Zelensky). Putin tidak pernah mengesampingkan pertemuan. Namun saat ini, agar pertemuan bisa berjalan baik perlu ada dokumen tertentu yang dihasilkan oleh kedua delegasi," kata Peskov kepada saluran TV Russia-1, Minggu (3/4) seperti dikutip dari TASS.

Peskov menekankan, yang dia maksud bukan hanya seperangkat ide saja, tetapi perlu ada dokumen tertulis. Mungkin semacam proposal, yang menggambarkan apa saja point yang menjadi tujuan.

Setelah dokumen diterima,  akan tiba saatnya untuk pertemuan, katanya.

Menanggapi pertanyaan apakah Rusia yakin bahwa Ukraina akan menerapkan perjanjian bilateral baru, Peskov mengatakan bahwa Rusia memiliki pengalaman buruk tentang sikap Ukraiba yang tidak memenuhi kewajibannya terhadap perjanjian dan kesepakatan, bahkan yang sudah ditandatangani sekalipun.

"Kami memiliki pengalaman ini (Ukraina tidak memenuhi kewajibannya), kami mengingatnya, mengingat dengan baik. Kami akan bertindak sesuai," katanya.

Perang Rusia-Ukraina semakin rumit. Upaya negosiasi berkali-kali gagal. Banyak pihak yang berusaha menjadi penengah dalam konflik Ukraina, termasuk Turki. Angkara bahkan bersedia memfasilitasi pertemuan kedua pihak.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Jumat (1/4) bahwa mengorganisir pertemuan antara Rusia-Ukraina adalah prioritas bagi Turki. Sayangnya, sulit untuk menentukan kapan waktu yang pas karena situasinya terus berubah. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA