Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtaye mengatakan, Israel tidak ingin solusi dua negara tercapai karena mereka enggan melakukan negosiasi dua negara.
Sebaliknya, tindakan Israel di lapangan semakin buruk secara bertahap. Israel terus memperluas pemukiman, merusak setiap peluang untuk mendirikan negara Palestina.
"Pemerintah Israel membuat agendanya tidak ada pembicaraan dengan Presiden Abbas, tidak ada negosiasi damai dan tidak ada negara Palestina," kata Ishtaye, ketika bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Tepi Barat.
Dimuat
Bernama, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett sebelumnya mengumumkan bahwa pemerintahnya tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Otoritas Palestina atau pejabat Palestina mana pun.
Pembicaraan damai langsung antara Israel dan Palestina, yang disponsori oleh Amerika Serikat selama sembilan bulan, berhenti pada tahun 2014 menyusul perbedaan mendalam tentang isu-isu yang berkaitan dengan pemukiman Yahudi dan pengakuan negara Palestina di perbatasan 1967.
BERITA TERKAIT: