Kegiatan ini menjadi momentum doa bersama dan pernyataan sikap solidaritas Indonesia terhadap Masyarakat muslim Palestina, Iran serta wilayah lain yang tengah mengalami konflik kemanusiaan.
Acara yang bakal dihadiri ratusan jamaah dan tokoh agama tersebut berisi pembacaan hizb Nashor dan doa bersama yang dipimpin para masyayikh di antaranya KH. Muhammad Danial Nafis ( Khadimu Thariqoh Shiddiqiyah Darqowiyah Syadziliyah) dan KH. Ahmad Marwazi Al Makki Al Batawi (Khadiem Syaikh Muhammad Yasin Bin Isa Al Fadani).
Momentum 17 Ramadan dipilih karena Ramadan memiliki nilai historis dalam tradisi Islam sebagai hari terjadinya Perang Badar dan peristiwa Fathu Makkah, yang dimaknai sebagai simbol keteguhan iman dan solidaritas umat Islam.
Ketua panitia Reza Milady menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian moral dan kemanusiaan para ahlu thariqoh, sekaligus ajakan persatuan ummat untuk merespons situasi global melalui langkah yang damai dan konstitusional guna menolong dan membela ummat Islam Palestina, Iran, Sudan serta dunia Islam lainnya.
“Kami menegaskan bahwa tindakan militer gabungan Israel-AS yang memicu konflik berdarah dan serangan balasan serta memanasnya konflik wilayah di kawasan Teluk merupakan potret ego kekuasaan dan krisis nurani,” ujar Reza dalam keterangan tertulis, Kamis 5 maret 2026.
Reza menekankan bahwa sikap solidaritas terhadap Palestina, Iran dan dunia Islam lainnya sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menolak penjajahan di atas dunia serta mendukung kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.
Selain istighosah, kata Reza, kegiatan edukasi yang terbuka untuk umum ini juga diisi dengan buka puasa bersama sebagai simbol persatuan dan penguatan solidaritas sosial di bulan Ramadan.
"Kami berharap ketegangan yang terjadi di Kawasan Timur Tengah segera mereda guna menghentikan perluasan konflik lebih jauh dan mencegah korban berjatuhan lebih banyak lagi," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: