Guru Besar Ilmu Hukum Internasional Hikmahanto Juwana, mengatakan operasi militer yang diperintah Presiden Rusia Vladimir Putin mirip dengan operasi militar Amerika Serikat di Irak saat menurunkan Saddam Hussein.
Dugaan itu, kata Hikmahanto Juwana, terlihat dari manuver Rusia yang mulai menyerang ibukota Ukraina, Kiev.
"Modus ini mirip dengan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dalam upaya menurunkan Saddam Hussein sebagai Presiden Irak," kata Hikmahanto dalam keterangannya, Minggu (27/2).
"Karena presiden adalah wujud nyata dari sebuah negara. Presiden pun menjadi pejabat tertinggi pembuat kebijakan di suatu negara,†kata Hikmahanto lewat keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Poliitk RMOL, Minggu (27/2).
Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani ini mengatakan, kunci akhir gejolak di Ukraina adalah negosiasi. Walaupun, kuat kemungkinan Rusia ingin Zelensky turun tahta.
Pasalnya, operasi militer Rusia dilakukan setelah Zelensky memberikan pernyataan pro Barat dan menyampaikan keinginan bergabung dengan NATO.
"Serangan Rusia juga dapat dihentikan oleh Presiden Putin melalui negosiasi yang saat ini sedang diupayakan. Besar kemungkinan tuntutan dari Rusia dalam negosiasi tersebut adalah mundurnya Presiden Zelensky dan digantikan dengan figur yang dapat terima oleh Rusia,†pungkasnya.
BERITA TERKAIT: