Boris Johnson di Kiev: Kami Mendesak Rusia untuk Mundur dan Hindari Pertumpahan Darah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 02 Februari 2022, 15:18 WIB
Boris Johnson di Kiev: Kami Mendesak Rusia untuk Mundur dan Hindari Pertumpahan Darah
Perdana Menteri Boris Johnson tiba di Kiev /Net
rmol news logo Inggrsi terus berupaya melakukan diplomasi dengan Rusia terkait ketegangan di Eropa Timur. Pada selasa (1/2) diplomasi tingkat tinggi berlanjut, dengan Perdana Menteri Boris Johnson tiba di Kiev untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Boris Johnson berjanji untuk bekerja Zelensky untuk menemukan solusi diplomatik untuk menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.

"Kami mendesak Rusia untuk mundur dan terlibat dalam dialog untuk menemukan resolusi diplomatik, dan menghindari pertumpahan darah lebih lanjut," katanya, seperti dikutip dari PBS, Rabu (2/2).

Mengenai sikap Rusia yang keberatan Ukraina masuk menjadi anggota NATO, Johnson mengatakan: "Adalah hak Ukraina untuk menentukan bagaimana mereka diatur. Sebagai teman dan mitra demokratis, Inggris akan terus menegakkan kedaulatan Ukraina di hadapan mereka yang berusaha menghancurkannya," kata Johnson.

Zelenskyy mengatakan Ukraina akan membentuk aliansi politik trilateral baru dengan Inggris dan Polandia, menyebutnya sebagai cerminan dukungan internasional yang kuat untuk Ukraina.

Ia pun menandatangani dekrit untuk menambah pasukan tentara negara itu sebanyak 100.000 tentara, sehingga jumlah total menjadi 350.000 dalam tiga tahun ke depan. Tidak hanya itu, Zelensky akan sangat menghargai peran tentara dengan menaikkan upah mereka.

Zelenskyy, yang dalam beberapa hari terakhir berusaha untuk menenangkan bangsa di tengah ketakutan akan invasi yang akan segera terjadi, mengatakan pada hari Selasa bahwa dia menandatangani “dekrit ini bukan karena perang.”

“Keputusan ini agar perdamaian segera dan lebih jauh lagi,” katanya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA