Direktur Pusat Penelitian Politik dan Studi Konflik Kiev, Mikhail Pogrebinsky, dalam sebuah postingan di Facebook mengungkapkan bahwa protes massal yang meletus di tengah eskalasi antara Rusia dan Barat bukanlah sebuah kebetulan.
"Hampir tidak ada yang akan membantah fakta bahwa ini meletus begitu tepat waktu, di tengah eskalasi antara Rusia dan Barat," tulis pakar Ukraina itu, Rabu (5/1).
Ia menilai perkembangan yang sedang berlangsung di Kazakhstan bisa mendatangkan "menguntungkan bagi orang Amerika, setidaknya karena tiga alasan.
"Pertama-tama, ini memungkinkan untuk mengalihkan perhatian Moskow dari Donbass ke mitra CSTO, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif," kata pakar itu.
Kedua, protes di Kazakhstan bisa jadi akan "memperburuk hubungan antara Moskow dan Beijing: mereka hampir tidak memiliki kepentingan yang sama di Nur-Sultan. Pakar Ukraina itu juga tak menutup kemungkinan bahwa kerusuhan di Kazakhstan ditujukan untuk memprovokasi Rusia.
"Ketiga, jika satu dan dua itu berhasil, maka itu digunakan untuk memprovokasi Moskow agar berpartisipasi dalam menekan protes, dengan konsekuensi yang cukup dapat diprediksi untuk Moskow selama bertahun-tahun yang akan datang," katanya.
Ia bersikeras bahwa tidak mungkin protes besar di Kazakh meletus secara spontan. "Kalau tidak, mengapa mereka mendukung ribuan organisasi non-pemerintah," katanya.
Presiden Kazakh, Kassym-Jomart Tokayev menetapkan 'situasi darurat' di seluruh Kazakhstan atas protes massal yang meletus di kota Zhanaozen dan Aktau di wilayah Mangistau di barat daya negara itu pada 2 Januari.
Dua hari kemudian, kerusuhan meletus di Almaty (di tenggara negara itu) di mana polisi menggunakan granat kejut untuk membubarkan massa dan juga di kota-kota lain, khususnya, di Atyrau dan Aktobe (di barat), Uralsk (di barat laut), Taraz, Shymkent dan Kyzylorda (di selatan), Karaganda (di timur laut) dan bahkan di ibu kota Nur-Sultan.
Pada 5 Januari, Tokayev membubarkan pemerintah. Anggotanya terus melaksanakan tugas mereka sampai Kabinet baru disetujui.
BERITA TERKAIT: