Airports of Thailand Plc, operator Bandara Internasional Suvarnabhumi, telah diminta untuk mengubah terminal yang baru selesai dibangun menjadi fasilitas dengan unit perawatan intensif, ruang medis dan dukungan untuk pasien dengan gejala ringan hingga sedang, seperti dilaporkan Bangkok Post/
“Rumah sakit awalnya akan menyediakan setidaknya 5.000 tempat tidur pasien,†menurut pernyataan pemerintah pada Selasa (6/7).
“Fasilitas medis sudah dalam kapasitas, dan kematian bisa berlipat ganda pada Agustus jika wabah tidak mereda,†kata Kumnuan Ungchusak, seorang ahli epidemiologi dan penasihat Kementerian Kesehatan pada sebuah seminar pekan lalu.
“Sebagian besar kasus muncul dari Bangkok, yang terus melaporkan infeksi dan kematian terbanyak setiap hari,†katanya.
Juru Bicara Pusat Administrasi Situasi Covid-19 Thailand Apisamai Srirangsan mengatakan penyebaran varian delta, yang diperkirakan akan menjadi strain paling dominan pada awal Agustus, telah menghambat upaya untuk menahan wabah tersebut.
“Dengan strain yang bermutasi yang diperkirakan akan menyebar ke lebih banyak provinsi, jumlah kasus harian dapat melonjak menjadi 10.000 mulai minggu depan,†ujarnya.
Secara terpisah, gugus tugas Covid Thailand mengatakan akan mempertimbangkan proposal untuk penguncian di hotspot virus Bangkok dan sekitarnya setelah pejabat kesehatan mengajukannya. Panel bulan lalu menahan diri untuk tidak menerapkan penguncian di Bangkok dan malah menempatkan pembatasan yang lebih ketat di lokasi konstruksi dan restoran.
Infeksi dan kematian harian Thailand telah membuat rekor baru bulan ini, dengan infeksi yang diperburuk oleh penyebaran varian delta yang lebih menular. Sekitar 90 persen dari 301.172 kasus kumulatif Covid-19 negara telah datang sejak April, dengan 6.519 dilaporkan pada hari Rabu (7/7).
BERITA TERKAIT: