Tak lama setelah kejadian, Perdana Menteri Mark Rutte dan Menteri Kehakiman Ferd Grapperhaus melakukan konsultasi darurat membahas masalah tersebut bersama kantor kontraterorisme NCTV.
"Serangan terhadap kebebasan pers adalah serangan terhadap seseorang yang memiliki orang yang dicintai, tetapi juga serangan terhadap masyarakat kita yang bebas. Pada kita semua," kata pemimpin SP Lilian Marijnissen, seperti dikutip dari NL Times, Rabu (7/7).
Dia mengatakan pikirannya bersama De Vries dan orang yang dicintainya.
“Ini adalah serangan terhadap supremasi hukum kita. Semua batas telah dilewati. Luar biasa," kata anggota parlemen VVD Ingrid Michon di akun media sosialnya.
Sementara Hanneke van der Werf, anggota parlemen dari D66 mengatakan peristiwa itu begitu mengerikan.
"Pesan yang aneh dan mengerikan. Saya berharap keluarga dan teman-temannya diberi banyak kekuatan di masa yang tidak pasti ini," katanya.
“Semoga jurnalis ini tidak dibungkam selamanya," lanjut dia.
Pemimpin partai PvdA Lilianne Ploumen berkata, “Berita yang tidak terbayangkan dan mengerikan. Sebuah serangan terhadap Peter R. de Vries, terhadap jurnalisme dan masyarakat bebas kita."
"Pikiran saya bersama Peter R. de Vries dan keluarganya," kata Ploumen.
Dilan Yeşilgöz-Zegerius, Sekretaris Negara Urusan Ekonomi bahkan tak bisa mengambarkan perasaannya atas ins9den tersebut.
"Duduk di sini menangis, benar-benar tidak ada kata-kata untuk itu," katanya.
De Vries diyakini ditembak di kepala, dan kondisinya dilaporkan kritis saat dibawa ke rumah sakit.
Polisi terus melakukan penyelidikan, dan laporan terbaru mengatakan pihak berwenang telah menahan tiga orang terkait kejahatan tersebut.
BERITA TERKAIT: