Hal itu ia ungkap dalam sebuah program investigasi bertajuk "Uvda" yang ditayangkan
Channel 12 pada Kamis malam (10/6), seperti dimuat
Associated Press.
Ditanya tentang serangan ke fasilitas Natanz, Cohen tidak secara langsung mengakui serangan tersebut. Namun pewawancara, Ilan Dayan, menyebut Israel telah menyelundupkan bahan peledak ke ruang bawah tanah Natanz.
"Orang yang bertanggung jawab atas ledakan ini, menjadi jelas, memastikan untuk memasok ke Iran fondasi marmer di mana sentrifugal ditempatkan. Ketika mereka memasang fondasi ini di dalam fasilitas Natanz, mereka tidak tahu bahwa itu sudah mencakup sejumlah besar peledak," jelas Dayan.
Pada Juli 2020, ledakan misterius menghancurkan situs nuklir bawah tanah Iran di Natanz. Ledakan lain kemudian terjadi pada April tahun ini di salah satu ruang pengayaan uraniumnya.
Pada wawancaranya, Dayan mengangkat pembunuhan Fakhrizadeh pada November tahun lalu. Ia dibunuh dengan senapan mesin jarak jauh yang dipasang di sebuah truk pick-up.
Cohen tidak secara langsung mengakui serangan itu. Tetapi ia mengatakan, secara pribadi menandatangani seluruh kegiatan Mossad.
Dalam pernyataan tersebut, Cohen juga memberikan peringatan kepada ilmuwan lain yang terkait dengan program nuklir Iran. Ia menyebut mereka dapat menjadi target pembunuhan meski Amerika Serikat (AS) telah kembali ke kesepakatan nuklir Iran.
"Jika ilmuwan bersedia mengubah karier mereka dan tidak akan menyakiti kita lagi, ya, kadang-kadang kami menawarkan mereka jalan keluar," kata Cohen.
BERITA TERKAIT: